|
PENGERTIAN AKTING
Seorang actor yang tidak memiliki latar belakang pengertian acting sama sekali tentu saja perlu mendalaminya melalui pengertian teori, teknik, dan praktek. Mungkin untuk dapat menguasai pengertian teori dan praktek, si actor harus lebih dulu mengerti arti kata acting itu sendiri.
Akting diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan kata peran (pemain sandiwara) yang dalam kamus berarti proses, cara, perbuatan memahami pelaku yang diharapkan dan dikaitkan dengan seseorang. Tentunya tidak hanya memahami tetapi juga melakukan orang tersebut. Sebenarnya asal kata “acting” adalah “to act” atau dalam bahasa Indonesia berarti “beraksi”. Itu sebabnya kita sering mendengar sutradara meneriakkan “action!” di belakang kamera ketika actor akan memulai actingnya. Akting dengan demikian lebih berarti mengaksikan peran yang dimainkan.
Pendekatan presentasi adalah pendekatan yang di dasari oleh definisi di atas tetapi ketika melakukannya di panggung bukan dengan maksud memberikan ilustrasi prilaku yang sudah dipahami sebelumnya. Akting menggunakan kepribadian manusia sebagai dasar metodenya, manusia yang terdiri dari tiga bagian penting yaitu fisikal, intelektual, dan spiritual yang dalam acting presentasi disebut ekspresi (fisikal), analisa (intelektual), dan transformasi (spiritual). Usaha actor yang mengerti definisi acting adalah mengembangkan dan membuat peka kemampuannya berekspresi, menganalisa naskah, dan mentransformasikan diri.
Ketika bagian penting ini tergantung satu sama lainnya dan tidak ada guna jika hanya mengetahui satu kemampuan saja. Dengan melatih ketiga bagian dari dirinya itu, si actor akan mampu membuka diri dan memberi pengalaman hidupnya kepada si karakter di atas panggung sesuai dengan sasaran-sasaran dan situasi yang diberikan oleh si penulis naskah.
Setiap kemampuan yang menjadi bagian dari seni acting di atas mempunyai latihan-latihan khusus yang dijelaskan secara terperinci dalam buku ini. Untuk kemampuan ekspresi, misalnya, latihan-latihannya tidak dilakukan hanya dengan olah tubuh dan olah suara saja tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari termasuk ketika dia bersosilalisasi dengan teman-temannya. Semua proses kehidupannya adalah proses pendidikan sebagai seorang actor. Tentu dibutuhkan teknik-teknik tertentu untuk dapat melihat proses kehidupan social yang dilakukan si actor sebagai proses dari pendidikan aktingnya.
Demikan pula untuk kemampuan analisa dan transformasi, banyak naskah yang dapat di baca oleh para actor dan dipelajari secara terperinci untuk melihat visi penulisnya . Semua teknik-teknik ini tidak saja dipelajari dari buku-buku acting tetapi juga dari beberapa buku tentang penyutradaraan. Tentu saja si actor membutuhkan lawan main dan tempat latihan yang memadai untuk melatih adegan-adegan yang sudah dianalisanya sehingga dia dan lawan mainnya dapat melakukan eksplorasi dan menentukan pilihan-pilihan yang patut untuk karakter yang mereka mainkan.
|